Monday, November 21, 2016

JALAN JALAN KE PULAU WEH (SABANG)


Kami berencana pergi ke Sabang melihat tanda tanda kebesaran Allah Swt.Menurut cerita beberapa teman yang sudah sampai di sana pemandangannya sangat indah. 

Berangkat tanggal 24 Desember 2015 pagi menjelang subuh, melaksanakan sholat subuh  di pinggir jalan menuju ke kota Binjai sambil menunggu rombongan teman seperjalanan. 

Kami berangkat dengan tiga unit mobil yaitu  Toyota avanza 2 mobil dan satu lagi Toyota rush terdiri dari empat keluarga. 

Semua persiapan keberangkatan sudah disiapkan sebelumnya yaitu bekal makanan seperti nasi dengan lauk pauknya diusahakan oleh isteriku dapat bertahan untuk beberapa hari. Ada membawa tempe bacem kesukaanku dan sedikit ikan digoreng serta pepes ikan ditambah juga ayam goreng berikut sambel pecalnya. 






Kami singgah di sebuah mesjid yang aku gak tahu di mana posisinya namun sudah memasuki wilayah propinsi NAD (Nangroe Aceh Darrussalam) kebetulan di belakang mesjidnya ada semacam amben atau balai yang memanjang disediakan untuk para pengunjung di situ.  

Ba'da sholat zuhur kami istirahat sekaligus makan siang bersama teman rombongan yang lain. 




Selesai makan siang kami bergerak lagi menuju kota Banda Aceh.Dalam perjalan menuju ke kota Banda Aceh memakan waktu lebih dari setengah hari, kami bergerak tanpa henti. Syukur kondisi mobil yang kami tumpangi dalam kondisi prima. jalan tanjakan dan menurun dilalap oleh sang supir dengan tenangnya. 

Memasuki kota Banda Aceh menjelang maghrib, kami bergerak terus menuju mesjid Baiturrahman. Wah kondisi mesjid ternyata sedang dalam perbaikan, pagar mesjid ditutup oleh seng.

Kami melaksanakan sholat maghrib di mesjid tersebut lanjut dengan jamak sholat isya. 








Selepas maghrib kami mencari penginapan. Haihhh .... gak sangka menjelang tahun baru banyak pelancong yang datang ke kota ini. Penginapan hotel penuh oleh pengunjung yang datang untuk rekreasi. 
Kami terus mencari yang cocok untuk tempat inap malam ini. Yah akhirnya dapat hotel dekat dengan mesjid Baiturrahman yaitu hotel Hip Hop. Weleh weleh harganya per malam 450 ribu rupiah wuih ...  

Tak ape kata si Upin, kami tetap bersedia menginap di hotel tersebut.




Gambar di atas nih isteriku mejeng di depan hotel. 

Esok paginya setelah sholat subuh kami bergerak ke pelabuhan Ule Lheue, Meuraksa Banda Aceh tempat penyeberangan kapal menuju pulau weh. 

Di pelabuhan tersebut sudah banyak pengunjung para wisatawan yang memadati lokasi tempat penyeberangan. Mobil mobil segala jenis sudah banyak berparkiran menunggu keberangkatan dengan ferry  atau kapal roro. Ada sebutan di sini tentang kapal ferry penyeberangan. Jenis kapalnya ada disebut kapal cepat dan kapal lambat. Memesan kapal cepat sudah tidak dapat dipesan lagi. Karcis sudah habis. 

Kami hanya dapat memesan kapal ferry penyeberangan yang bernama KM Tanjung Burang (Kapal Lambat) 




Harga karcisnya lebih murah dari harga harga kapal cepat, dengan waktu perjalanan lebih lama dari kapal cepat.



Sampai di pelabuhan Balohan kami harus cepat mencari mobil sewaan untuk menuju hotel yang telah kami booking dua hari sebelumnya. Lama terkendala oleh harga sewa mobilnya yang belum juga deal dengan anggota yang lain. 



Sambil menunggu kesepakatan yang didapat kami mencoba membeli nasi bungkus untuk makan siang. Setelah sepakat dengan tarif yang ditentukan kami meluncur menuju hotel tempat menginap untuk check in dan menitipkan barang bawaan selanjutnya bergerak menuju pantai iboh.








Gambar di atas kami berpose di pantai Iboh selesai makan nasi bungkus yang kami beli ditambah dengan lauk pauk yang kami bawa dari Medan. 









Sungguh sayang dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat dan juga padatnya kenderaan menuju nol kilometer kami terhalang menuju wisata nol kilometer itu. 

Bang Sopir yang membawa kami mengatakan gak sempat lagi menuju ke sana hari ini dikarenakan padatnya orang yang berkunjung ke sana (arus balik). Jalur perjalanannya pun juga hanya dapat dilalui selisih mobil yang sempit. 








Setelah puas kami beristirahat di pantai Iboh, kami bergerak pulang menuju hotel penginapan. Di perjalanan bang sopir mengajak kami singgah di sebuah pantai dan kami berfose di sana 




Aku gak tahu apa namanya pantai ini tapi sungguh sangat indah dipandang. kami berpose menjelang matahari terbenam, suasananya pun sungguh temaram. 

Lelah sudah hari ini rasanya perjalanan yang kami tempuh akhirnya kami kembali ke hotel penginapan untuk beristirahat.

No comments: