Thursday, April 25, 2013

LIBURAN DI PULAU BERHALA

Panaroma pantai pasir putih dan batuan vulkanik yang begitu cantik, itulah yang bisa Anda temukan di Pulau Berhala. Disebut Pulau Berhala, karena memang dahulu pulau ini terkenal sebagai tempat yang disembah oleh orang-orang tertentu. Pulau ini  10 km persegi kurang lebih luasnya. Di bagian barat, kawasan pantai yang landai lebih mendominasi, sedangkan di bagian Timur tampak tebing-tebing curam batu karang menantang. Jika laut sedang surut, Anda dapat mengelilingi Pulau Berhala secara penuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 6 jam.
Dikelilingi sabuk terumbu karang, membuat Pulau Berhala makin menarik. Ada banyak jenis ikan hias di sini. Pantai karang di kawasan Pulau berhala memang kaya akan biota laut.

berhala Pulau Berhala, Destinasi Wisata yang Jadi Sengketa
Pulau Berhala dikelilingi oleh hutan hijau yang masih alami. Bentuk pulau ini jika diperhatikan dari atas tampak seperti penyu. Di kedua ujung wilayahnya, ada dua pulau kecil. Yang satu disebut “Sokong Nenek” di arah Tenggara, dan yang satu lagi diberi nama “Sokong Siembah” di arah Barat. Dengan hanya berjalan kaki melintasi pasir putih ketika pantai surut Anda bisa tiba di Pulau Sokong Nenek. Sedangkan untuk mencapai Pulau Sokong Siembah Anda harus menumpang boat.
pulau berhala 1 Pulau Berhala, Destinasi Wisata yang Jadi Sengketa

pulau berhala Pulau Berhala, Destinasi Wisata yang Jadi Sengketa

Ada keistimewaan unik yang dimiliki Pulau Berhala. Di daerah pantainya terdapat mata air tawar yang tak pernah kering. Air tawar dimanfaatkan dan disalurkan ke pos Dishubla dan pos penjaga pantai TNI AL. Dari sini, air tawar disalurkan juga ke sebuah penampungan air tawar tepat di depan pos jaga. Biasanya air tawar di sini dimanfaatkan oleh para turis dan nelayan.
Pulau Berhala berpenghunikan sekitar 9 Kepala Keluarga dari Suku Melayu Riau. Seperti warga lokal kawasan pantai pada umumnya, penduduk di Berhala ini bermata pencaharian sebagai nelayan. Di Pulau Berhala, terdapat pula peninggalan sejarah dan budaya, yaitu Makam Datuk Paduko Berhalo dan Benteng Peninggalan Jepang.
Selama 30-an tahun, Pulau Berhala menjadi rebutan dua provinsi, yakni Jambi dan Riau. Pulau ini memang letaknya diapit oleh dua provinsi tersebut. Sengketa mengenai pulau ini sudah dibawa hingga Mahkamah Konstitusi. Potensi wisata di pulau ini cukup besar, namun fasilitas yang tersedia masih minim. Penginapan belum ada, dan lokasinya sulit dijangkau. Hanya dalam beberapa bulan setiap tahunnya Pulau Berhala bisa dikunjungi.

dikutip dari Uniqpos

No comments: