Thursday, November 15, 2007

DANAU MANINJAU ALTERNATIF OBJEK WISATA DI SUMBAR


Penulis Asli Br. Sembiring

Danau Maninjau di Sumatera Barat cukup menarik sebagai objek wisata (visit object) negeri ini. Sebab Danau Maninjau merupakan danau vulkanik, cekungannya terbentuk karena letusan gunung merapi. Gunung berketinggian 2.891 meter dari permukaan laut yang berada di sekitar Maninjau.


Mengapa danau Maninjau lahir? Menurut cerita legenda dimana pada zaman dahulu kala terdapat kisah Bujang Sembilan, yakni ada sebuah keluarga terdiri dari 10 orang. 9 orang laki-lakiatau disebut bujang dan seorang perempuan yang bernama Sani.
Sani wanita yang sangat cantik sehingga pemuda desa tergila-gila kepadanya diantaranya pemuda yang tergila-gila adalah Buyung.


Sembilan orang yang menuduh Buyung melakukan perbuatan amoral, padahal mereka tidak melakukan apa-apa. tetapi takut memangku malu kedua insan tadi melompat terjun ke kawah gunung. Bila gunung meletus berarti tuduhan itu benar, bila tidak berarti tidak benar. Ternyata gunung tidak meletus kemudian kawah membesar dan terbentuklah danau tersebut. Sedangkan Bujang sembilan yang menuduhnya menjadi ikan.


Maninjau berasal dari kata tinjau, dimana pada waktu dulu ada sekelompok orang yang ingin meninjau ternyata mereka sangat menikmati daerahnya sehingga mereka menetap di daerah tersebut dan namanya menjadi Maninjau.


Secara geografis, Maninjau berada di Kecamatan Tanjung Raya , Kabupaten Agam, sekitar 140 kilometer sebelah Utara kota Padang, ibukota Provinsi Sumatera Barat. Danau ini ini terdapat pada ketinggian 461.50 mdpl. Sedangkan luas permukaan danau sekitar 99,5 kilometer persegi dengan kedalaman maksimum 495 meter. Danau Maninjau terluas kedua setelah Danau Singkarak dengan luas mencapai 129.69 kilometer persegi yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Solok, Danau di Bawah dan Danau di Atas di Kabupaten Solok. Sedangkan di Indonesia Danau Maninjau merupakan danau terluas kesebelas.


Pengunjung banyak berwisata di Danau Maninjau sebab jaraknya tidak jauh dari ikon wisata Sumbar yaki kota Bukit Tinggi, hanya 36 kilometer bila mengendarai mobil jarak tempuhnya sekitar 45 menit. Perjalanan akan melewati Kelok Ampek Puluah Ampek yang sungguh menarik dan banyak pemandangan alam yang dilewati bisa dijadikan objek wisata (visit Object) sesaa atau sebelum sampai ke Danau Maninjau berhenti sejenak melepas lelah sambil menikmati pemandangan alam.


Dalam perjalan kita bisa berkunjung ke Kampung Tanah Sirih, nagari Sungai Batang Maninjau. Di sini terdapat rumah ulama besar Haji Abdul Malik Karim Amirullah yang dikenal dengan Buya Hamka . Ulama dan sastrawan besar yang lahir di desa ini pada 16 Pebruari 1908. Rumahnya menghadap ke dananu berukuran 17 x 9 meter yang berdiri di area 75 meter persegi terbuat dari kayu. Selain itu kita juga dapat berkunjung ke Pulau Angsa Dua dan Pulau Akait, sebab kedua pulau itu tidak terlalu luas dan digunakan sebagai penginapan saja, dengan menggunakan sampan kita sudah sampai kedua pulau tersebut.


Agara perjalanan kita pas dan lebih bervariasi lagi, maka kita bisa datang pada pertengahan tahun sebab biasanya ada kejuaraan nasional paralayang. Lokasi take of ada di Puncak Lawang, Kecamatan Matur.


Sedangkan fasilitas penginapan, cafe dan akomodasi lainnya telah tersedia dan kita tidak akan kecewa. Sebab Danau Maninjau benar-benar meninjau, tida taranya di tanah air ini.

bravo asli br. sembiring

No comments: