Tuesday, November 20, 2007

Bali, PULAU SERIBU PURA

Penulis : Seri Morina Pelawi

Berbicara tentang pariwisata, Bali selalu menjadi tempat pertama yang terlintas di benak. Pulau yang juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura ini memang memiliki hampir semua hal yang berhubungan dengan pariwisata. Mulai dari keindahan alam, kekayaan budaya sampai kehidupan beragama masyarakatnya menarik untuk dilihat. Masing-masing memiliki nilai jual sehingga tidak heran jika Bali menjadi salah satu tempat wisata favorit di dunia.

Pulau Bali menawarkan ragam atraksi wisata bagi pengunjungnya. Pantai Kuta, Sanur Nusa Dua hingga ke Dreamland tidak asing lagi di telinga wisatawan. Begitu juga dengan Ubud, Batu Bulan, Goa Gajah, Taman Burung dan Reptil, sudah sering diekspos dalam berbagai acara.

Di luar tempat-tempat di atas, Bali juga masih memiliki objek wisata lain yang tidak kalah menarik untuk dilihat seperti pura. Pura Ulu Watu, Pura Ulun Danu, dan Pura Tanah Lot adalah beberapa contoh pura yang sudah menjadi maskot pariwisata Bali.

Untuk berkunjung ke pura, ada beberapa peraturan umum yang wajig dipatuhi pengunjung. Diantaranya harus mengenakan kamen bagi kaum wanita atau saput untuk kaum pria. Kamen dan saput semacam sarung pelapis yang digunakan umat Hindu-Bali saat bersembahyang. Namun ada juga pura yang mengizinkan pengunjung untuk mengenakan senteng (selendang yang diikat di pinggang) dengan catatan mereka memakai celana panjang atau pendek tetapi ukurannya tidak boleh selutut. Selain itu wisatawan tidak diperkenankan untuk memasuki area tertentu di dalam pura, termasuk jika sedang ada upacara sembahyang.

Seperti agama lain, masyarakat Hidu-Bali juga sangat mensucikan bangunan ibadah mereka. Pendirian pura tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal ini tentu saja berkaitan dengan kepercayaan yang mereka anut. Agama Hindu Bali memang memiliki perbedaan dengan negeri asalnya, India. Meski sama-sama menyembah Trimurti (Brahma, Wisnu dan Syiwa), masyarakat Bali juga menyembah dewa tertinggi yang disebut Sanghyang Widi.

Mereka juga mempercayai adanya dunia roh (spirit) di mana roh yang baik tinggal di gunung dan memberi kesejahteraan bagi manusia, sedangkan roh jahat tinggal di pohon-pohon dan pantai-pantai sunyi. Umat Hindu di Bali berusaha menempatkan diri di antara kedua kekuatan roh tersebut.

Sesembahan (canang) diberikan setiap hari kepada roh yang baik maupun yang jahat. Berdasarkan konsep kepercayaan itulah mereka menjalankan kehidupan. Keseimbangan penghormatan itu dapat dilihat dalam pendirian beberapa pura utama (pura luhur).Beberapa diantaranya adalah :

PURA LUHUR BATU KAU

Pura Luhur Batukau atau Batukaro terletak di lereng gunung Batukau (2276 m) yang menjadi salah satu gunung suci umat Hindu Bali. Pura ini dibangun untuk menghormati roh yang terdapat di gunung Batukau.Menurut catatan sejarah pura ini didirikan oleh raja Tabanan dan letaknya masih dikelilingi oleh hutan alami.Udara di sekitar pura sejuk dengan suasana tenagn dan hening. Pengunjung pura ini mayoritas wisatawan asing yang disertai pemandu lokal.











No comments: